Gubernur Sumsel Herman Deru Buka Popda Sumsel 2026, 1.091 Atlet Pelajar Berebut Tiket Menuju Popnas

Pendidikan, Sumsel34 Dilihat

PALEMBANG, Sumselraya.com — Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Tahun 2026 resmi dibuka di Aula Asrama Haji Palembang, Senin (2/11/2026). Ajang olahraga pelajar tingkat provinsi ini menjadi momentum penting untuk menjaring bibit-bibit atlet potensial yang dipersiapkan menuju kompetisi tingkat nasional hingga internasional.

Pembukaan Popda dihadiri Gubernur Sumsel H. Herman Deru, Wakil Gubernur Sumsel H. Cik Ujang, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Provinsi Sumsel Hj. Mondyaboni, S.E., S.Kom., M.Si., M.Pd., serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumsel.

Turut hadir Kepala Bidang Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) Disdik Sumsel Hj. Ekadiani Hartini, S.Kom., M.Si., Kepala Bidang Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus (PKLK) Dr. Utui Tatang Suntani, S.T., M.M., para kepala dinas pendidikan dan kepala dinas pemuda dan olahraga kabupaten/kota, unsur Forkopimda, serta tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Kadisdik Sumsel Hj. Mondyaboni mengatakan, Popda tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga antarpelajar, tetapi juga memiliki tujuan lebih luas, yakni memelihara persatuan dan kesatuan bangsa serta mempererat hubungan antarpelajar melalui pengenalan budaya dan semangat kebersamaan.

Menurutnya, Popda juga menjadi wadah pembinaan sekaligus seleksi untuk menemukan atlet-atlet terbaik dari kalangan pelajar. Atlet yang menunjukkan kemampuan dan prestasi diharapkan dapat dipersiapkan menjadi calon atlet yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

 

“Melalui Popda ini, kita ingin memelihara dan meningkatkan persatuan bangsa, saling mengenal budaya nasional, sekaligus menjadi ajang seleksi atlet terbaik dari kalangan junior untuk dipersiapkan menjadi calon atlet nasional dan internasional,” ujarnya.

Popda Sumsel 2026 diikuti 17 kabupaten/kota dengan jumlah 17 kontingen. Tercatat sebanyak 1.091 atlet dan 70 ofisial ambil bagian dalam kompetisi tersebut.

Para atlet akan berlaga dalam sembilan cabang olahraga (cabor), di antaranya bulu tangkis, taekwondo, tinju, panjat tebing, wushu, senam, dan atletik.

Pelaksanaan pertandingan berlangsung pada 2-7 November 2026 dengan sejumlah lokasi pertandingan, yakni Asrama Haji, GOR Cempako, Lapangan Tenis Enim, SMKN 2 Palembang, serta Jakabaring Sport City (JSC).

 

Sementara itu, Gubernur Sumsel H. Herman Deru dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas antusiasme seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan Popda, mulai dari penyelenggara pendidikan, guru, pelatih hingga para pelajar dari seluruh kabupaten dan kota di Sumsel.

 

Menurut Herman Deru, menjadi peserta Popda tingkat provinsi merupakan sebuah pencapaian yang patut dibanggakan. Sebab, para atlet telah melewati proses seleksi secara berjenjang, mulai dari tingkat sekolah, kecamatan, hingga kabupaten dan kota.

 

“Popda ini disambut dengan antusias oleh seluruh penyelenggara pendidikan, siswa dan siswi dari berbagai penjuru Sumatera Selatan. Untuk sampai ke tingkat provinsi, mereka sudah melalui proses seleksi di tingkat sekolah, kecamatan, kabupaten dan kota. Ini merupakan pencapaian yang luar biasa,” katanya. yg

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada para guru dan pelatih yang telah mendampingi, membimbing, serta mempersiapkan para atlet pelajar hingga mampu tampil dalam kompetisi tingkat provinsi.

 

Herman Deru berharap, melalui Popda ini akan ditemukan atlet-atlet potensial yang dapat mewakili Sumsel pada Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas).

Karena itu, ia meminta seluruh peserta mengikuti pertandingan dengan sungguh-sungguh, menjaga semangat kompetisi, serta menunjukkan kemampuan terbaik demi mengharumkan nama Sumatera Selatan di tingkat nasional.

“Kami berharap atlet-atlet yang mengikuti Popda ini benar-benar serius dalam bertanding dan mampu meraih prestasi. Kita ingin mereka menjadi atlet yang bisa mengharumkan nama Sumatera Selatan di tingkat nasional,” tegasnya.

 

Selain kepada atlet, Herman Deru juga memberikan perhatian khusus kepada para juri dan wasit. Ia mengingatkan agar seluruh perangkat pertandingan menjalankan tugas secara profesional, objektif, dan menjunjung tinggi kejujuran.

Menurutnya, kualitas sebuah kompetisi tidak hanya ditentukan oleh kemampuan atlet, tetapi juga oleh integritas juri dan wasit dalam mengambil keputusan.

 

“Jangan sampai kegiatan ini dicederai oleh keputusan juri maupun wasit. Pertandingan harus dimenangkan oleh atlet yang memang berprestasi. Kalau kita ingin maju, kejujuran juri dan wasit harus benar-benar dijaga dan berjalan lurus,” ujarnya.

 

Kepada seluruh peserta, Gubernur berpesan agar menjadikan Popda sebagai kesempatan untuk membangun sportivitas, kedisiplinan, mental juara, serta kemampuan berkompetisi secara sehat.
Ia menegaskan, para pelajar merupakan generasi penerus bangsa yang harus memiliki keberanian, semangat, dan daya saing untuk menghadapi berbagai tantangan.

Herman Deru juga berharap Popda 2026 menjadi momentum evaluasi dan perbaikan bagi seluruh pihak, baik pemerintah, guru, pelatih maupun siswa, dalam meningkatkan kualitas pembinaan olahraga pelajar di Sumsel.
Dengan demikian, Popda tidak sekadar menjadi ajang perebutan medali dan gelar juara, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun fondasi olahraga daerah melalui pembinaan atlet sejak usia dini.

Melalui kompetisi ini, Sumsel diharapkan mampu melahirkan atlet-atlet muda berbakat yang tidak hanya berprestasi di tingkat daerah, tetapi juga mampu bersaing dan mengharumkan nama Sumatera Selatan di pentas nasional. (Bro Adi)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *