PALEMBANG, Sumselraya.com — Kecintaan terhadap olahraga bela diri taekwondo mengantarkan Muhammad Alfatih Patrisando, remaja asal Palembang yang akrab disapa Agi, menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Atlet muda dari Dojang X Fighter ini kembali naik podium tertinggi setelah meraih medali emas pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Taekwondo Hj. Melinda Cup 2026.
Kejuaraan yang berlangsung di GOR Jakabaring, Palembang, pada 22–23 Oktober 2026 tersebut menjadi panggung bagi Alfatih untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya. Turun di kelas Cadet Prestasi U-57 kilogram, siswa SMP Al Azhar Cairo Palembang itu tampil penuh percaya diri dengan mengandalkan teknik, kecepatan, serta ketepatan membaca pergerakan lawan.
Perjuangan di atas matras mengantarkan Alfatih melewati persaingan hingga memastikan diri sebagai juara pertama. Medali emas yang diraihnya sekaligus menambah panjang daftar prestasi atlet muda tersebut dalam kompetisi taekwondo tingkat nasional.
Lahir pada 14 Juli 2013, Alfatih merupakan putra pertama pasangan Rifky Prayoga dan Enny Septera. Di usianya yang masih belia, ia telah memperlihatkan konsistensi dalam mengembangkan kemampuan dan mempertahankan prestasi di cabang olahraga bela diri asal Korea Selatan itu.
Keberhasilan di Hj. Melinda Cup bukanlah pencapaian yang berdiri sendiri. Sebelumnya, Alfatih juga telah mengukir sejumlah prestasi dalam berbagai kejuaraan nasional. Ia tercatat meraih juara pertama kelas Cadet pada Kejuaraan Nasional Ganesha Taekwondo 2024, Kejuaraan Nasional Moks 7, serta Kejuaraan Nasional Gubernur Bengkulu 2026.
Rangkaian pencapaian tersebut memperlihatkan bahwa prestasi Alfatih dibangun melalui proses latihan dan kompetisi yang berkelanjutan. Gelar juara terbaru di Palembang semakin memperkuat rekam jejaknya sebagai salah satu atlet muda yang patut diperhitungkan di kelasnya.
Di balik keberhasilan itu, dukungan keluarga menjadi salah satu faktor penting dalam perjalanan Alfatih. Sang ayah, Rifky Prayoga, yang juga merupakan taekwondoin, turut memberikan bimbingan dalam proses pengembangan kemampuan putranya. Pembinaan bersama para pelatih di Dojang X Fighter juga menjadi bagian dari perjalanan Alfatih dalam meningkatkan teknik, kedisiplinan, dan kesiapan bertanding.
Berawal dari hobi, taekwondo kini menjadi ruang bagi Alfatih untuk mengasah kemampuan sekaligus membuktikan bahwa usia muda bukan penghalang untuk meraih prestasi. Namun, mempertahankan pencapaian tentu membutuhkan komitmen, latihan teratur, mental yang kuat, serta kemauan untuk terus belajar dari setiap pertandingan.
Prestasi Alfatih diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda, khususnya di Palembang dan Sumatera Selatan, agar berani menekuni minat dan bakat secara serius. Dengan pembinaan yang berkesinambungan serta dukungan lingkungan yang positif, atlet-atlet muda daerah diharapkan mampu terus berkembang dan bersaing di level nasional hingga internasional. (BroAdi)










