Dari Sawah ke Perikanan, Mina Padi Pertamina Buka Peluang Ekonomi Baru bagi Petani

PLAJU, Sumselraya.com  16 Oktober 2026 — Transformasi pertanian di kawasan rawa lebak Desa Sungai Rebo, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, mulai menunjukkan hasil nyata. Melalui Program Mina Padi, Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Plaju mendorong petani tidak hanya meningkatkan produktivitas lahan, tetapi juga mengembangkan sumber pendapatan alternatif untuk memperkuat ketahanan ekonomi keluarga.

Sejak dijalankan pada 2022, program pemberdayaan masyarakat ini memperkenalkan pola usaha terpadu yang menggabungkan budidaya padi, perikanan, dan peternakan. Pendekatan tersebut menjadi salah satu upaya menjawab tantangan pertanian rawa lebak yang rentan terhadap perubahan iklim, mulai dari banjir, kekeringan, hingga pergeseran musim tanam yang sulit diprediksi.

Sebelum program berjalan, petani di kawasan rawa lebak pasang surut menghadapi keterbatasan musim tanam, sehingga padi umumnya hanya dapat ditanam sekali dalam setahun. Kini, melalui pendampingan dan penerapan metode pertanian yang lebih adaptif, lahan yang dikelola petani dapat ditanami hingga dua kali setahun.

Dampaknya terlihat pada peningkatan produksi gabah dari sebelumnya sekitar 4 ton menjadi 7 ton per tahun. Di sisi lain, penggunaan pupuk kimia berhasil ditekan hingga 20 persen. Capaian ini menunjukkan bahwa peningkatan produktivitas dapat berjalan beriringan dengan upaya mendorong praktik pertanian yang lebih ramah lingkungan.

Program Mina Padi menyasar Kelompok Tani Jaya Bersama, Kelompok Tani Bina Tani Berkah, UMKM Andong Jaya, dan Kelompok Ternak Talang Bali. Pendampingan dilakukan melalui diversifikasi usaha, penerapan praktik pertanian rendah karbon, serta penguatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi perubahan iklim dan ketidakpastian kondisi hidrologi.

Tidak hanya mengandalkan hasil panen padi, masyarakat juga mulai memperoleh pemasukan dari usaha produktif lainnya. Produksi telur asin mampu menghasilkan pendapatan sekitar Rp2,4 juta per bulan, sedangkan budidaya ikan memberikan pemasukan sekitar Rp5,6 juta setiap enam bulan. Secara keseluruhan, program ini telah menjangkau 116 penerima manfaat langsung.

Area Manager Communication, Relations & CSR RU Plaju, Siti Fauzia, menilai perkembangan tersebut menjadi indikator bahwa masyarakat mulai memiliki fondasi usaha yang lebih kuat untuk melanjutkan program secara mandiri.

“Kami bangga melihat petani kini punya lebih dari satu sumber penghasilan dan lahan yang lebih produktif. Inilah bekal yang kami harapkan membuat mereka tangguh menghadapi perubahan iklim,” ujar Fauzia.

Perubahan juga dirasakan langsung oleh para petani. Ketua Kelompok Tani Bina Tani Berkah, Abdul Fatih, mengatakan bahwa tantangan perubahan iklim perlu dihadapi melalui upaya adaptasi dan mitigasi, bukan sekadar menerima keadaan.

“Kita tidak bisa hanya pasrah diri menghadapi perubahan iklim. Atas dukungan Pertamina, kini kami dapat beradaptasi dan melakukan mitigasi sehingga produktivitas dan kesejahteraan kami meningkat,” kata Abdul.

Memasuki 2026, Program Mina Padi mulai memasuki tahap exit program. Pada fase ini, pendampingan dialihkan secara bertahap kepada Balai Penyuluh Pertanian Banyuasin I agar praktik dan pengetahuan yang telah dibangun dapat terus diterapkan oleh masyarakat setelah pendampingan perusahaan berakhir.

Kilang Plaju juga mereplikasi model pemberdayaan tersebut ke Dusun IV Talang Bali. Langkah ini diharapkan memperluas manfaat program sekaligus mendorong penerapan pola pertanian terpadu di wilayah lain yang menghadapi tantangan serupa.

“Exit program bukan berarti kami meninggalkan masyarakat, melainkan tanda bahwa petani sudah siap berdiri sendiri. Pendampingan kini dilanjutkan oleh Balai Penyuluh Pertanian, dan pengalaman di Sungai Rebo kami bawa ke Dusun IV Talang Bali agar lebih banyak petani merasakan manfaatnya,” ujar Fauzia.

Melalui Program Mina Padi, Pertamina Patra Niaga RU Plaju menegaskan komitmennya untuk mendorong pemberdayaan masyarakat yang berorientasi pada kemandirian ekonomi dan keberlanjutan lingkungan. Kolaborasi dengan pemerintah serta pemangku kepentingan terkait diharapkan memastikan manfaat program tetap berlanjut, sekaligus memperkuat ketahanan petani rawa lebak dalam menghadapi tantangan pertanian di masa mendatang.

(Bro Adi)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *