Sumselraya, JAKARTA — Peringatan Hari Sumpah Pemuda menjadi momentum penting untuk memperkuat persatuan sekaligus menegaskan peran strategis generasi muda dalam menentukan arah pembangunan bangsa. Semangat Sumpah Pemuda tidak boleh berhenti sebagai seremoni tahunan, tetapi harus diwujudkan melalui kontribusi nyata bagi masyarakat dan negara.
Ketua Umum DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Putri Khairunnisa, S.Ikom., M.Si., mengajak seluruh pemuda Indonesia untuk mengambil peran lebih besar dalam pembangunan nasional. Menurutnya, pemuda harus ditempatkan sebagai subjek pembangunan, bukan sekadar penerima manfaat dari berbagai kebijakan pemerintah.
Pemuda, lanjutnya, perlu dilibatkan secara aktif dalam proses pengambilan keputusan, penyusunan kebijakan, hingga pengawasan program pembangunan. Dengan demikian, aspirasi dan kebutuhan generasi muda dapat menjadi bagian penting dalam menentukan arah kebijakan yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Selain berperan dalam ruang kebijakan, pemuda juga diharapkan menjadi penggerak ekonomi kerakyatan. Kreativitas, inovasi, kewirausahaan, dan kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan zaman menjadi modal penting bagi generasi muda untuk menciptakan lapangan kerja serta memperkuat kemandirian ekonomi bangsa.
Semangat persatuan yang diwariskan para pemuda pada 28 Oktober 1928 harus terus dirawat di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks. Perbedaan latar belakang, pandangan, dan pilihan tidak seharusnya menjadi penghalang untuk membangun kolaborasi demi kepentingan bangsa.
Melalui momentum Hari Sumpah Pemuda, KNPI mendorong lahirnya generasi muda yang kritis, berdaya saing, berintegritas, dan berani mengambil tanggung jawab dalam menjawab berbagai persoalan bangsa.
Semangat Sumpah Pemuda bukan hanya tentang mengenang sejarah, melainkan tentang keberanian melanjutkan perjuangan. Pemuda harus hadir membawa gagasan, menawarkan solusi, serta memastikan bahwa persatuan diwujudkan melalui kerja dan kontribusi nyata bagi Indonesia.
Sebab, masa depan bangsa tidak cukup hanya dibicarakan. Masa depan harus diperjuangkan bersama, dan pemuda harus menjadi bagian utama dari perjuangan tersebut. (*red/Sr)










