“Merawat Akar, Menumbuhkan Sinergi: Tiga Tahun Perjalanan IKBP Sumsel di Bumi Sriwijaya”

Nasional, Sumsel81 Dilihat

PALEMBANG, Sumselraya.com — Tiga tahun mungkin terbilang singkat dalam perjalanan sebuah organisasi. Namun bagi Ikatan Keluarga Besar Pati (IKBP) Sumatera Selatan, tiga tahun adalah perjalanan untuk merawat persaudaraan, menjaga silaturahmi, sekaligus menumbuhkan semangat kebersamaan warga Pati di tanah perantauan.

Semangat itu terasa dalam peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-3 IKBP Sumsel yang digelar di Gedung Perjuangan Wanita Sumsel, Palembang, Minggu (30/8/2026).

Mengusung tema “Bersinergi Membangun Negeri di Bumi Sriwijaya”, peringatan Harlah ke-3 IKBP Sumsel bukan sekadar seremoni ulang tahun organisasi.

Momentum tersebut menjadi ruang untuk kembali mempertemukan warga Pati, mempererat tali persaudaraan, serta memperkuat komitmen untuk membangun sinergi dengan berbagai elemen masyarakat di Sumatera Selatan.

Suasana penuh keakraban dan sukacita mewarnai kegiatan tersebut. Sejumlah tokoh dan perwakilan paguyuban turut hadir, menunjukkan bahwa keberadaan IKBP Sumsel telah menjadi bagian dari jejaring sosial masyarakat di Kota Palembang.

Di antara tokoh yang hadir yakni Pembina IKBP Sumsel, Dr. Hj. R.A. Anita Noeringhati, S.H., M.H., yang juga pernah menjabat sebagai Ketua DPRD Sumatera Selatan periode 2019–2024.

Kehadiran para tokoh dan perwakilan paguyuban semakin menambah semarak peringatan Harlah. Lebih dari itu, pertemuan tersebut menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi dan membangun jembatan persaudaraan antarsesama warga perantauan.

Merawat Akar di Tanah Rantau

Bagi masyarakat yang hidup jauh dari tanah kelahiran, organisasi paguyuban memiliki arti yang lebih dari sekadar wadah berkumpul.

Di dalamnya terdapat ruang untuk mengingat akar, menjaga hubungan kekeluargaan, sekaligus membangun kehidupan baru bersama masyarakat di tempat mereka bermukim.

Hal itulah yang terus dijaga IKBP Sumsel selama tiga tahun perjalanan organisasinya.

Ketua Umum IKBP Sumsel, M. Jasri, S.E., mengatakan Harlah ke-3 menjadi momentum untuk melakukan evaluasi terhadap perjalanan organisasi sekaligus memperkuat kekompakan seluruh anggota.

Menurut Jasri, IKBP Sumsel berupaya menjadikan organisasi sebagai wadah yang mampu menjaga tali silaturahmi dan kebersamaan warga Pati di Sumatera Selatan.

“Saat ini anggota IKBP yang aktif sekitar 200 orang. Kami berharap ke depan IKBP semakin solid dan terus berkembang,” kata Jasri.

Bagi Jasri, jumlah tersebut bukan sekadar angka. Di baliknya terdapat keluarga-keluarga warga Pati yang telah menjadikan Sumatera Selatan sebagai tempat untuk menjalani kehidupan, bekerja, membangun keluarga, dan berkontribusi di tengah masyarakat.

Karena itu, menjaga kekompakan menjadi bagian penting dari perjalanan IKBP Sumsel.

Bersinergi Membangun Negeri

Tema “Bersinergi Membangun Negeri di Bumi Sriwijaya” menjadi refleksi atas semangat IKBP Sumsel untuk tidak hanya berkutat pada urusan internal organisasi.

Jasri mengatakan, keberadaan paguyuban seharusnya dapat menjadi bagian dari kekuatan sosial masyarakat. Paguyuban bukan sekadar tempat berkumpul berdasarkan daerah asal, tetapi juga dapat menjadi ruang untuk membangun komunikasi, kepedulian sosial, dan kolaborasi.

Menurutnya, warga Pati yang berada di Sumatera Selatan memiliki tanggung jawab moral untuk turut menjaga hubungan baik dengan masyarakat sekitar.

Semangat tersebut kemudian diarahkan melalui penguatan hubungan dengan berbagai paguyuban yang ada di Kota Palembang maupun dengan pemerintah daerah.

“Kami ingin terus memperkuat tali silaturahmi. IKBP juga akan bersinergi dengan paguyuban lainnya, Pemkot Palembang dan Pemprov Sumsel,” ujarnya.

Sinergi tersebut diharapkan tidak berhenti pada momentum peringatan Harlah. Sebaliknya, hubungan yang telah terbangun dapat terus dikembangkan dalam berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan.

Bagi IKBP Sumsel, kolaborasi menjadi salah satu cara untuk memperluas manfaat organisasi.

Dari Persaudaraan Menuju Kontribusi

Tiga tahun perjalanan IKBP Sumsel juga memperlihatkan bagaimana semangat primordial dapat ditempatkan dalam konteks yang lebih luas.

Kecintaan terhadap tanah kelahiran tidak harus membuat seseorang berjarak dengan lingkungan tempat tinggalnya. Justru dari akar budaya dan persaudaraan itulah dapat tumbuh semangat untuk membangun hubungan yang lebih luas.

Warga Pati di Sumatera Selatan membawa identitas dan nilai kebersamaan dari daerah asal, kemudian berbaur dengan keberagaman masyarakat di Bumi Sriwijaya.

Di titik itulah makna tema Harlah ke-3 menjadi penting.

“Bersinergi Membangun Negeri di Bumi Sriwijaya” bukan hanya rangkaian kata yang menghiasi peringatan ulang tahun organisasi. Tema tersebut menjadi pesan bahwa kebersamaan warga Pati dapat diarahkan menjadi energi positif untuk lingkungan dan daerah tempat mereka tinggal.

Jasri berharap momentum Harlah ke-3 dapat menjadi titik penguatan organisasi agar IKBP Sumsel semakin kompak, solid, dan mampu menghadirkan berbagai kegiatan yang memberikan manfaat bagi anggota maupun masyarakat luas.

Ia juga berharap komunikasi dan kerja sama dengan berbagai paguyuban serta pemerintah daerah dapat semakin berkembang.

Menatap Perjalanan Berikutnya

Tiga tahun perjalanan IKBP Sumsel akhirnya bukan hanya tentang usia organisasi. Ia adalah tentang bagaimana sebuah komunitas menjaga identitas, merawat hubungan kekeluargaan, dan pada saat yang sama membuka diri untuk menjadi bagian dari masyarakat yang lebih besar.

Dari Pati hingga Sumatera Selatan, perjalanan itu mempertemukan banyak cerita tentang perantauan, keluarga, persahabatan, dan pengabdian.

Harlah ke-3 menjadi momentum untuk kembali mengingat bahwa persaudaraan membutuhkan ruang untuk dirawat, sementara sinergi membutuhkan kemauan untuk saling membuka diri.

Dengan semangat “Bersinergi Membangun Negeri di Bumi Sriwijaya”, IKBP Sumsel menegaskan komitmennya untuk terus merawat persaudaraan warga Pati, memperkuat kebersamaan, serta membangun kolaborasi dengan berbagai pihak.

Tiga tahun menjadi pijakan. Perjalanan selanjutnya adalah bagaimana akar persaudaraan itu terus tumbuh, menjalar menjadi kekuatan sosial, dan menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat di Bumi Sriwijaya.

(Bro Adi)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *