Palembang — Sumselraya.com. Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan mulai mematangkan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027. Salah satu fokus pembahasan ialah penerapan mekanisme seleksi bagi sekolah yang memiliki program berkekhususan tertentu.
Pembahasan tersebut mengemuka dalam rapat yang dipimpin Kepala Dinas Pendidikan Sumsel, Hj. Mondyaboni, SE, S.Kom., M.Si., M.Pd bersama para kepala SMA negeri dan Kepala Bidang SMA di SMAN 1 Palembang, Jumat (8/5/2026).
Dalam rapat itu, Disdik Sumsel membahas pola penerimaan peserta didik baru pada sekolah yang memiliki program unggulan, baik di bidang akademik, keagamaan, maupun pembinaan karakter.
Sekolah dengan kekhususan tertentu nantinya diberi ruang untuk menerapkan standar seleksi sesuai karakter program masing-masing.
Mondyaboni mengatakan, kebijakan tersebut dimaksudkan agar calon peserta didik yang diterima benar-benar memiliki kemampuan dan minat yang sejalan dengan program unggulan sekolah.
“Setiap sekolah memiliki kekhususan masing-masing. Ada yang fokus pada bidang keagamaan, akademik maupun bidang lainnya. Karena itu akan ada persyaratan nilai tertentu yang harus dipenuhi calon peserta didik,” ujarnya usai rapat.
Menurut dia, penerapan standar nilai bukan untuk membatasi akses pendidikan, melainkan menjaga kualitas dan kesinambungan program unggulan yang dimiliki sekolah.
Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi Sumsel menginginkan pelaksanaan SPMB tahun ini berjalan lebih tertib, transparan, dan akuntabel. Karena itu, seluruh sekolah diminta mematuhi regulasi serta menyampaikan informasi penerimaan secara terbuka kepada masyarakat.
“Kami berharap peserta didik dapat mengikuti seluruh tahapan SPMB dengan baik dan masyarakat memahami mekanisme yang telah ditetapkan,” katanya.
Sementara itu, Kepala SMAN 1 Palembang, Drs. Sugiyono, MM mengatakan, sekolahnya telah menetapkan daya tampung untuk tahun ajaran 2026/2027 sebanyak 13 rombongan belajar (rombel), disesuaikan dengan kapasitas ruang kelas yang tersedia.

Ia mengimbau para orang tua dan calon peserta didik mulai mempersiapkan dokumen administrasi sejak dini agar tidak mengalami kendala saat proses pendaftaran berlangsung.
Sugiyono memastikan proses verifikasi data dilakukan secara ketat dan sesuai ketentuan yang berlaku guna menjamin seleksi berjalan objektif.
“Masyarakat dapat memantau informasi terbaru, jadwal seleksi hingga panduan teknis pendaftaran melalui kanal resmi sekolah. Kami memastikan seluruh tahapan SPMB dilaksanakan secara profesional dan akuntabel,” ujarnya. (Adi)















