SMK Penerbangan Sriwijaya Lepas Taruna, Siapkan Lulusan untuk Industri Aviasi

Sumsel36 Dilihat

Palembang, Sumselraya.com — Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Penerbangan Sriwijaya Palembang menggelar pentas kreativitas dan prosesi pengalungan gordon bagi taruna dan taruni kelas XII Tahun Ajaran 2025/2026 di Gedung Grand Atyasa Convention Center, Jalan Kapten A Anwar Arsyad, Kecamatan Ilir Barat I, Palembang, Sabtu (9/5/2026).

Kegiatan bertema “Harapan Terbaik untuk Masa Depanmu” itu berlangsung meriah dengan menampilkan berbagai kreativitas siswa sekaligus menjadi momen pelepasan bagi taruna-taruni yang telah menyelesaikan pendidikan mereka.

Acara turut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan yang diwakili Kepala Balai Pengembangan Pendidikan Kejuruan, Iman Subarno, SPd, MM. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi terhadap capaian siswa SMK Penerbangan Sriwijaya yang dinilai mampu menunjukkan kompetensi sesuai kebutuhan dunia kerja.

“Pemerintah Provinsi Sumsel melalui Dinas Pendidikan sangat mengapresiasi kegiatan ini. Banyak siswa yang menunjukkan kemampuan dan keterampilan sesuai dengan tema yang diusung,” kata Iman.

Menurut dia, sektor penerbangan merupakan bidang yang terus berkembang dan membutuhkan sumber daya manusia terampil. Karena itu, keberadaan sekolah vokasi penerbangan dinilai penting untuk mendukung kebutuhan industri.

Ia berharap SMK Penerbangan Sriwijaya mampu terus melahirkan lulusan berprestasi yang dapat membawa nama Sumsel di tingkat nasional.

Sementara itu, Kepala SMK Penerbangan Sriwijaya, Surono, SPd Gr, mengatakan sekolah yang dipimpinnya saat ini masih menjadi satu-satunya SMK berbasis penerbangan di Sumatera Selatan.

“Kami berharap ada dukungan lebih luas dari pemerintah, karena pengembangan sekolah penerbangan membutuhkan fasilitas dan kerja sama khusus,” ujar Surono.

Menurut dia, minat masyarakat untuk bersekolah di SMK Penerbangan Sriwijaya terus meningkat. Bahkan sebelum Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) sekolah negeri dibuka, jumlah pendaftar disebut hampir mencapai 100 orang.

Surono mengatakan penerimaan siswa baru tetap dilakukan melalui proses seleksi guna menjaga kualitas pendidikan. Meski demikian, sekolah masih membatasi jumlah peserta didik baru dengan mempertimbangkan kapasitas fasilitas yang tersedia.

“Saat ini kami memiliki 13 ruang kelas dan beberapa sarana masih perlu dibenahi. Tahun ini target penerimaan siswa baru tidak lebih dari 150 orang,” katanya.

Ia menambahkan, sejumlah proposal bantuan yang diajukan ke Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel maupun pemerintah pusat saat ini masih dalam proses.

SMK Penerbangan Sriwijaya memiliki tiga jurusan utama, yakni Teknik Kendaraan Ringan, Usaha Layanan Wisata, serta Airframe Powerplant yang berfokus pada perawatan mesin pesawat.

Selain itu, sekolah tersebut mulai membuka jurusan baru Avionic atau elektronika penerbangan yang dinilai memiliki kebutuhan tinggi di industri penerbangan.

“Jurusan Avionic fokus pada sistem kelistrikan dan radar pesawat. Dari informasi pihak maskapai, bidang ini memang sedang banyak dibutuhkan,” ujar Surono.

Dalam pengembangan pendidikan vokasi, SMK Penerbangan Sriwijaya juga menjalin kerja sama dengan sejumlah pihak, di antaranya Lanud Sri Mulyono Herlambang dan maskapai Lion Air.

Menurut Surono, pihak Lanud selama ini membantu penyediaan tenaga pengajar, sementara maskapai Lion Air turut menghadirkan instruktur bersertifikat untuk pembelajaran mesin pesawat.

“Kami berterima kasih karena dukungan dari Lanud dan pihak maskapai sangat membantu peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah,” kata dia. (Adi)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *