PALI- sumselraya.com Memasuki satu tahun kepemimpinan Bupati Asgianto di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir, Perhimpunan Mahasiswa dan Pemuda PALI (PERMA-PALI) menyampaikan apresiasi sekaligus catatan kritis terhadap jalannya pemerintahan daerah.
Ketua PERMA-PALI, Riko, menilai bahwa dalam satu tahun terakhir pemerintah daerah telah menunjukkan kerja nyata dalam pembangunan infrastruktur dan konsolidasi birokrasi. Stabilitas daerah relatif terjaga dan komunikasi publik mulai terbuka.
“Kami mengapresiasi fondasi awal yang telah dibangun. Namun satu tahun bukan hanya momentum evaluasi, melainkan titik refleksi untuk menentukan arah kebijakan yang lebih berdampak langsung bagi masyarakat,” tegas Riko.
Menurutnya, terdapat dua isu strategis yang tidak boleh diabaikan pada tahun kedua kepemimpinan, yakni persoalan lingkungan dan ketertiban sosial.
Lingkungan: Sampah Bukan Persoalan Sepele
Riko menyoroti bahwa persoalan sampah di beberapa titik wilayah PALI masih menjadi pekerjaan rumah serius. Penumpukan sampah, lemahnya kesadaran kolektif, serta belum optimalnya sistem pengelolaan terpadu berpotensi menimbulkan dampak kesehatan dan degradasi lingkungan dalam jangka panjang.
“Jika persoalan sampah tidak ditangani secara sistemik, maka kita sedang menabung masalah ekologis. Pemerintah harus berani memperkuat regulasi, mempertegas pengawasan, serta membangun sistem pengelolaan berbasis desa dan kelurahan,” ujarnya.
Ia juga mendorong adanya inovasi seperti penguatan bank sampah, optimalisasi armada pengangkutan, hingga edukasi lingkungan yang masif di sekolah dan komunitas pemuda.
Sosial: Penataan Hiburan Malam Harus Tegas
Selain itu, Riko menegaskan perlunya ketegasan dalam penataan aktivitas hiburan malam yang dinilai masih belum sepenuhnya terkendali.
“Kami tidak anti hiburan. Namun jika aktivitas tersebut berpotensi mengganggu ketertiban umum, memicu penyalahgunaan narkoba, atau merusak moral generasi muda, maka pemerintah tidak boleh ragu melakukan evaluasi dan penertiban,” tegasnya.
PERMA-PALI mendorong evaluasi menyeluruh terhadap perizinan, pengawasan rutin oleh Satpol PP dan aparat penegak hukum, serta pelibatan tokoh masyarakat dalam menjaga ketahanan sosial daerah.
Riko menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa mahasiswa dan pemuda akan terus menjadi mitra kritis pemerintah daerah.
“Kami ingin PALI maju bukan hanya secara fisik, tetapi juga kuat secara sosial dan bersih secara lingkungan. Tahun kedua kepemimpinan harus menjadi momentum pembenahan yang lebih berani dan terukur terhadap dua isu persoalan itu,” tutupnya. (Bro Adi)












