PALEMBANG, — sumselraya.com SMA Negeri 7 Palembang menggelar kegiatan Pesantren Ramadhan 1447 Hijriah selama tiga hari, yakni pada Jumat (27/2/2026), Senin (2/3/2026), dan Selasa (3/3/2026). Kegiatan tersebut diikuti seluruh siswa kelas X, XI, dan XII dengan pembagian jadwal per angkatan guna menjaga suasana tetap tertib dan kondusif.
Kepala SMAN 7 Palembang, Dra. Nurdwin Indriyanti, mengatakan, kegiatan tahun ini difokuskan pada penguatan adab dan akhlak sebagai bagian dari pendidikan karakter di lingkungan sekolah.
“Secara konsep tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya, ada tadarus bersama, ujian Al-Qur’an, serta tausiyah. Namun, fokus utama kami adalah penanaman pemahaman tentang adab dan akhlak dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Nurdwin.
Ia menambahkan, sekolah menghadirkan pemateri dari luar setiap hari untuk memberikan penguatan materi keislaman sekaligus penyegaran rohani bagi para siswa.
Selain pembinaan spiritual, kegiatan juga diisi dengan bakti sosial. Para siswa melakukan anjangsana dan berbagi dengan warga sekitar, anak yatim di lingkungan sekolah, serta panti asuhan.
“Kami ingin nilai kepedulian sosial tidak hanya dipahami, tetapi juga dipraktikkan. Ramadan menjadi momentum yang tepat untuk menumbuhkan empati dan semangat berbagi,” katanya.
Selama tiga hari pelaksanaan, materi disampaikan oleh sejumlah pemateri, yakni H. Dasram Epensi, LC, M.Pd.I pada Jumat (27/2/2026), Ibnu Sabilil Haq, S.H.I pada Senin (2/3/2026), dan Darsono, S.Ud pada Selasa (3/3/2026).
Guru Pendidikan Agama Islam SMAN 7 Palembang, Masagus Ruslan, S.Th.I, M.Pd, mengatakan, Pesantren Ramadhan juga menjadi ruang pembinaan kemampuan membaca Al-Qur’an bagi siswa.
“Bagi siswa yang belum lancar mengaji, ini menjadi kesempatan untuk belajar lebih intensif. Harapannya, setelah kegiatan ini mereka tidak hanya memahami materi, tetapi juga mampu mengamalkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Ketua pelaksana kegiatan, M. Ade Putra Pratama, menyebutkan bahwa koordinasi peserta dalam jumlah besar menjadi tantangan tersendiri. Namun, kegiatan berjalan lancar berkat kerja sama panitia dari Angkatan 35 dan 36.
“Manfaat yang paling terasa adalah semakin eratnya solidaritas dan kebersamaan antar-siswa. Kami berharap kekompakan ini terus terjaga untuk kegiatan selanjutnya,” kata Ade.
Kegiatan Pesantren Ramadhan tersebut juga dimeriahkan dengan penampilan ekstrakurikuler Rohani Islam (Rohis) serta kuis interaktif yang dipandu para ustadz untuk menjaga antusiasme siswa selama menjalankan ibadah puasa.
Melalui kegiatan ini, sekolah berharap nilai adab, akhlak, dan kepedulian sosial yang ditanamkan selama bulan Ramadhan dapat menjadi bagian dari karakter siswa, baik di lingkungan sekolah maupun dalam kehidupan bermasyarakat. (Bro Adi)
















