Palembang — Sumselraya.com PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu (UID S2JB) terus memperkuat layanan kepada masyarakat melalui digitalisasi, sekaligus mendorong literasi pelanggan dalam memanfaatkan aplikasi PLN Mobile sebagai kanal utama pelaporan gangguan listrik.
Manager Komunikasi dan TJSL PLN UID S2JB, Iwan Arissetyadhi, mengatakan aplikasi PLN Mobile kini tidak hanya berfungsi sebagai sarana pengaduan, tetapi juga sebagai media edukasi bagi pelanggan untuk memahami proses penanganan gangguan secara mandiri dan transparan.
“Melalui PLN Mobile, laporan pelanggan dapat langsung masuk ke sistem kami. Bahkan dalam waktu lima menit, laporan tersebut sudah ditindaklanjuti oleh petugas. Jika belum ditangani, sistem otomatis akan menginformasikan ke manajer unit,” ujar Iwan.
Ia menjelaskan, seluruh tahapan penanganan gangguan kini dapat dipantau secara real time oleh pelanggan. Mulai dari laporan diterima, proses penugasan, hingga penyelesaian gangguan, semuanya tercatat dalam sistem yang terintegrasi.
Selain itu, riwayat pengaduan pelanggan juga tersimpan secara digital. Hal ini memungkinkan PLN untuk melakukan evaluasi jika terjadi gangguan berulang di lokasi yang sama, sekaligus menjadi referensi dalam peningkatan kualitas layanan.
“Pelanggan tidak perlu lagi menebak-nebak prosesnya. Semua bisa dipantau langsung dari aplikasi, termasuk perkembangan penanganannya,” katanya.
Untuk memastikan layanan tetap optimal, PLN menerapkan sistem siaga 24 jam dengan pola kerja tiga shift bagi petugas lapangan. Meski demikian, dalam kondisi tertentu seperti lonjakan laporan secara bersamaan, penanganan dilakukan dengan skala prioritas.
“Gangguan dengan dampak luas atau yang berkaitan dengan tegangan tinggi akan kami dahulukan,” jelas Iwan.
PLN juga mengoptimalkan sistem kerja lintas wilayah atau borderless, di mana petugas tidak terbatas pada satu area kerja tertentu. Petugas dari unit lain dapat dikerahkan untuk mempercepat penanganan gangguan di lokasi berbeda.
“Misalnya terjadi gangguan di wilayah Alang-Alang Lebar, bisa saja ditangani oleh petugas dari Kenten atau wilayah lain yang sedang tersedia. Semua terhubung dalam satu sistem,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menyebut gangguan listrik seperti kabel putus dapat disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari beban listrik yang tinggi, suhu panas, hingga usia jaringan yang sudah menurun kualitasnya. Dalam kondisi tertentu, perbaikan sementara tidak cukup sehingga perlu dilakukan penggantian jaringan.
PLN pun mengimbau masyarakat untuk aktif menggunakan PLN Mobile, tidak hanya untuk melapor, tetapi juga memantau dan memahami proses penanganan gangguan listrik.
“Jika setelah perbaikan masih terjadi gangguan, silakan laporkan kembali. Seluruh riwayat akan menjadi bahan evaluasi kami agar layanan semakin baik,” tutupnya. (Adi)










