Ketua Kamda Palembang Diduga Dipukul Pakai Toa saat Aksi di Polda Sumsel, KAMMI Mengecam Keras Dan Menuntut Usut Tuntas!

Palembang, Sumsel42 Dilihat

PALEMBANG, Sumselraya.com — Aksi unjuk rasa di depan Markas Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan, Selasa (13/10/2026), diwarnai dugaan tindak kekerasan terhadap sejumlah peserta aksi. Ketua Kamda Kota Palembang, Haris, dilaporkan mengalami luka lebam setelah diduga dipukul menggunakan pengeras suara atau toa oleh orang tak dikenal.

Peristiwa tersebut terjadi ketika massa dari kelompok Cipayung Plus yang tengah melakukan aksi unjuk rasa tiba di depan Mapolda Sumsel. Korlap salah satu kelompok Cipayung Plus, yang menyampaikan keterangan atas nama pihaknya, membeberkan kronologi kejadian sekaligus mengecam keras tindakan kekerasan yang dialami para peserta aksi.

Ia menjelaskan, massa sebelumnya melakukan long march dari kawasan Taman Makam Pahlawan menuju Mapolda Sumsel. Setibanya di lokasi, mereka mendapati kelompok massa lain yang sedang membagikan masker.

Menurut keterangannya, kelompok tersebut kemudian menghampiri massa Cipayung Plus dan meminta mereka membubarkan diri serta mundur dari lokasi. Situasi selanjutnya memanas hingga berujung pada dugaan aksi kekerasan terhadap sejumlah peserta unjuk rasa.

Dalam insiden itu, Haris disebut menjadi salah satu korban. Ia diduga dipukul menggunakan toa hingga mengalami luka lebam dan harus dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Palembang untuk mendapatkan penanganan medis.

Tidak hanya aktivis, sejumlah jurnalis yang sedang menjalankan tugas peliputan juga dilaporkan menjadi korban pemukulan dalam insiden tersebut. Berdasarkan keterangan yang disampaikan, para pelaku diduga merupakan orang tak dikenal yang mengenakan pakaian hitam dan masker.

Di Rumah Sakit Bhayangkara, sejumlah pejabat utama Polda Sumsel dan Polrestabes Palembang turut hadir untuk melihat kondisi para korban. Di antaranya Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya dan Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Sonny Mahar Budi Adityawan.

Pasca-kejadian, perwakilan kelompok Cipayung Plus menyampaikan kecaman keras atas dugaan tindakan kekerasan tersebut. Mereka menilai insiden itu tidak boleh dibiarkan berlalu tanpa penjelasan dan pertanggungjawaban yang jelas, terlebih karena terjadi di tengah penyampaian pendapat di muka umum.

Mereka mendesak Polda Sumsel dan Polrestabes Palembang mengusut tuntas peristiwa tersebut, mengidentifikasi pihak-pihak yang terlibat, serta menindak tegas pelaku apabila terbukti melakukan pelanggaran hukum.

Menurut mereka, pengusutan yang transparan dan profesional menjadi langkah penting untuk memberikan kepastian hukum sekaligus memulihkan rasa aman bagi masyarakat, mahasiswa, dan insan pers dalam menjalankan aktivitasnya.

“Kami mengecam keras tindakan kekerasan yang menimpa rekan-rekan aktivis Cipayung Plus. Kami mendesak aparat kepolisian mengusut tuntas kejadian ini agar keadilan dapat ditegakkan dan keamanan mahasiswa dalam menyampaikan aspirasi tetap terjamin,” demikian inti sikap yang disampaikan perwakilan kelompok tersebut.

Mereka menegaskan, penyampaian pendapat di muka umum harus dihormati sebagai bagian dari kehidupan demokrasi. Setiap dugaan kekerasan terhadap peserta aksi maupun jurnalis perlu ditangani secara serius, objektif, dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. (Bro Adi)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *