PALEMBANG, Sumselraya.com — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan pelajar Sumatera Selatan di tingkat nasional. Alya Defani Edisty, siswi SMAN 2 Unggulan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), berhasil meraih Juara 1 Nasional Lomba Karya Ilmiah Tingkat SMA/Sederajat yang digelar Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri dalam rangka memperingati HUT ke-71 Lalu Lintas Bhayangkara Tahun 2026.
Kompetisi tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-71 Lalu Lintas Bhayangkara yang mengusung tema “Polantas Presisi, Mengabdi untuk Negeri”. Pengumuman para pemenang dilakukan dalam acara syukuran HUT ke-71 Lalu Lintas Bhayangkara di Jakarta, Jumat (25/9/2026).
Dalam kompetisi tersebut, Alya mengangkat karya ilmiah berjudul “TraffyGo”, sebuah inovasi media edukasi keselamatan lalu lintas yang memadukan konsep board game dengan aplikasi berbasis website.
Keberhasilan tersebut sekaligus mengantarkan SMAN 2 Unggulan Talang Ubi menjadi wakil Polda Sumatera Selatan pada kompetisi tingkat nasional. Sebelum melaju ke tingkat nasional, karya Alya terlebih dahulu melalui proses seleksi dari perwakilan Polres di 17 kabupaten/kota se-Sumatera Selatan.
Atas capaian tersebut, Alya berhasil menempati posisi pertama. Sementara Juara 2 diraih Sumayah dari Kabupaten Tanjung Selor, Kalimantan Utara, dan Juara 3 diraih Rasya Alika Farshi dari Kalimantan Tengah.
Prestasi itu tidak lepas dari peran pembimbing, Agung Dirga Kusuma, M.Pd., yang mendampingi proses penyusunan hingga pengembangan karya ilmiah TraffyGo.
Berdasarkan hasil penelitian, TraffyGo dinilai berhasil dikembangkan sebagai media edukasi keselamatan lalu lintas yang mengintegrasikan permainan papan dan teknologi digital. Inovasi tersebut dirancang untuk membuat edukasi keselamatan berlalu lintas lebih interaktif sehingga materi dapat dipahami siswa melalui pengalaman belajar yang lebih menarik.
Hasil validasi menunjukkan TraffyGo berada dalam kategori sangat layak. Penilaian ahli materi mencapai 84,37 persen pada aspek materi, 82,50 persen pada aspek pembelajaran, dan 85 persen pada aspek kebahasaan. Sementara penilaian ahli media mencapai 91,63 persen untuk aspek pengembangan aplikasi dan 83,33 persen pada aspek tampilan.
Efektivitas TraffyGo juga diuji terhadap 18 siswa. Hasilnya menunjukkan adanya peningkatan rata-rata pemahaman siswa, dari 45,15 pada pretest menjadi 82,29 pada posttest setelah menggunakan TraffyGo.
Peningkatan tersebut diperkuat dengan hasil Wilcoxon Signed-Rank Test yang menunjukkan nilai p < 0,001. Hasil tersebut menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara tingkat pemahaman siswa sebelum dan sesudah menggunakan TraffyGo.
Dengan hasil penelitian tersebut, TraffyGo dinilai layak digunakan sebagai media edukasi dan menunjukkan efektivitas dalam meningkatkan pemahaman siswa mengenai keselamatan lalu lintas.
Lomba karya ilmiah ini merupakan salah satu dari sejumlah perlombaan yang digelar Korlantas Polri dalam rangka HUT ke-71 Lalu Lintas Bhayangkara. Selain karya ilmiah tingkat SMA/sederajat dan mahasiswa, kompetisi juga mencakup lomba video pendek serta logo Polantas KARIB.
Rangkaian syukuran HUT ke-71 Lalu Lintas Bhayangkara juga diisi dengan peluncuran empat inovasi dalam aplikasi Digital Korlantas Polri, pemberian bantuan sosial berupa kursi roda dan sembako, serta pemberian penghargaan kepada para pemenang dan pihak yang berkontribusi.
Prestasi Alya melalui TraffyGo menjadi bukti bahwa inovasi di bidang keselamatan lalu lintas dapat lahir dari lingkungan pendidikan. Tidak hanya mengedepankan kreativitas, karya tersebut juga menawarkan pendekatan edukasi yang memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan pemahaman generasi muda terhadap pentingnya keselamatan dan ketertiban berlalu lintas. (Bro Adi)










