SMKN 3 Palembang Inisiasi Akreasi SEGA 1, Siap Jadi Agenda Tahunan Se-Sumsel

Palembang, Sumsel11 Dilihat

PALEMBANG — Sumselraya.com Halaman SMK Negeri 3 Palembang tampak berbeda pada Rabu (8/4/2026). Riuh rendah suara pelajar, semangat kompetisi, hingga harmoni penampilan seni menyatu dalam satu panggung besar bertajuk Akreasi SEGA 1. Lebih dari sekadar perlombaan, kegiatan ini menjadi representasi ruang tumbuh bagi kreativitas, karakter, dan kolaborasi generasi muda di Sumatera Selatan.

Di tengah dinamika dunia pendidikan yang terus berkembang, Akreasi SEGA 1 hadir sebagai oase—menghadirkan keseimbangan antara capaian akademik dan penguatan soft skill. Ratusan tim dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SMP, SMA, SMK hingga MTs dan MA, berkumpul dalam satu semangat: belajar melalui pengalaman, berkompetisi dengan sportivitas, dan memperluas jejaring pertemanan.

Kehadiran Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan, Mondyaboni, menjadi simbol kuat dukungan pemerintah terhadap kegiatan berbasis pengembangan potensi siswa. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya berbicara soal ruang kelas, tetapi juga bagaimana siswa diberi panggung untuk mengekspresikan diri.

“Kegiatan seperti ini menjadi ruang penting bagi siswa untuk mengasah kreativitas, membangun kekompakan, serta menanamkan nilai sportivitas. Ini adalah bagian dari pendidikan karakter yang tidak kalah penting,” ujarnya.

Akreasi SEGA 1 dirancang dengan pendekatan integratif, memadukan kegiatan ekstrakurikuler dengan unsur seni. Pada hari pertama, fokus lomba tertuju pada dua pilar pembinaan karakter di sekolah, yakni PMR dan PKS.

Di satu sisi, peserta PMR diuji melalui keterampilan praktis seperti pembuatan tandu—sebuah simulasi nyata yang menanamkan nilai kemanusiaan dan kesiapsiagaan. Di sisi lain, peserta PKS mengasah pengetahuan melalui kuis interaktif seputar keamanan sekolah dan lalu lintas, membentuk kesadaran akan pentingnya ketertiban sejak dini.

Ketua pelaksana, Asropi, menyebut kegiatan ini sebagai langkah awal dari visi besar sekolah dalam membangun ekosistem pembelajaran yang lebih inklusif dan inspiratif.

“Ini bukan hanya lomba, tapi ruang silaturahmi dan pembelajaran bersama. Kami ingin siswa tidak hanya kompetitif, tetapi juga kolaboratif,” ungkapnya.

Selama tiga hari pelaksanaan, hingga Jumat (10/4/2026), suasana kompetisi berpadu dengan nuansa festival. Penampilan seni yang ditampilkan di Panggung Aksi menjadi daya tarik tersendiri—memberikan ruang apresiasi bagi bakat-bakat muda yang selama ini berkembang di balik kegiatan ekstrakurikuler.

Lebih jauh, Akreasi SEGA 1 juga mencerminkan sinergi antara dunia pendidikan dan dunia usaha. Dukungan dari berbagai sektor, mulai dari penerbit, percetakan, transportasi online, hingga pelaku UMKM, menunjukkan bahwa pendidikan merupakan tanggung jawab kolektif. Kolaborasi ini tidak hanya memperkuat penyelenggaraan kegiatan, tetapi juga membuka wawasan siswa terhadap dunia industri secara nyata.

Kepala sekolah, Masni Dewi, menaruh harapan besar agar kegiatan ini dapat berkembang menjadi agenda tahunan berskala provinsi.

“Jika konsisten dilaksanakan, kegiatan ini berpotensi menjadi wadah besar bagi pelajar se-Sumatera Selatan untuk berinteraksi, berkompetisi, dan saling menginspirasi,” ujarnya.

Di tengah tantangan globalisasi dan digitalisasi, pendekatan pendidikan berbasis kegiatan seperti Akreasi SEGA 1 menjadi relevan. Ia tidak hanya membentuk siswa yang cerdas secara intelektual, tetapi juga tangguh secara emosional dan sosial.

Akreasi SEGA 1 bukan sekadar event. Ia adalah investasi jangka panjang—menanam benih kreativitas, memperkuat karakter, dan membangun jejaring generasi muda Sumatera Selatan yang siap bersaing, tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga global. (Adi)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *